Memahami Dengan Lengkap Exposure Dalam Fotografi

Dunia fotografi memang sedang berkembang pesat saat ini. Hal ini berkaitan langsung dengan kebutuhan digital yang terus meningkat dengan tajam. Untuk menghasilkan foto yang lebih berkualitas, tentunya harus menggunakan exposure. Apa itu Exposure atau Eksposure? Exposure atau Eksposure adalah kemampuan dari kamera untuk mengumpulkan cahaya yang masuk. Namun, exposure sendiri lebih dikenal dalam 3 kategori yaitu ISO,shutter speed dan diagfragma. Simak ulasan lebih lengkapnya mengenai exposure dalam fotografi.

Pengaturan dari exposure ini sangat diperlukan agar hasil fotonya menjadi lebih indah,artisitc serta mudah dipahami. Mulai dari kompisisi yang tepat sebagai modal utama untuk membidik targetnya. Hal ini berkaitan langsung dengan Under-Exposed, Uxposure-cukup sampai dengan Over-Exposed. Hal ini dikarenakan untuk komposisi exposure jauh lebih signifikan dan sesuai pada kebutuhannya. Berikut akan kami sampaikan pembahasan tentang exposure dalam fotografi.

Exposure
static.boredpanda.com

penjelasan gambar

  1. Aperture > semakin besar angka aperture atau semakin kecil bukaan lensaa aperture maka akan semakin tidak bokeh foto dan sebaliknya semakin kecil angka aperture atau semakin besar bukaan lensa maka foto akan bokeh

  2. Shutter Speed > semakin cepat shutter speed maka akan lebih sedikit goyangan dan sebaliknya

  3. Iso > semakin rendah iso semakin rendah kemungkinan menghasilkan gambar noise

Elemen Exposure Dalam Fotografi

Terdapat setidaknya tiga elemen dalam exposure ini yang perlu untuk anda ketahui. Lebih lengkapnya ada dibawah ini.

1. ISO

Iso
photopedia.in

Definisi ISO (International Standarization Organization) merupakan bagian dari fotografi berupa sensitivitas sensor. Saat ini terdapat sensitivitas ISO > 12800 untuk digunakan. Namun, saat ISO rendah akan menghasilka gambaran detail tetapi masih membutuhkan cahaya agar tidak terlalu gelap. Sebaliknya, jika pada ISO yang tinggi maka sensitivitasnya akan lebih terang. Terdapat beberapa acuan untuk penggunaan ISO seperti dibawah ini :

• ISO 100-200 digunakan pada lokasi yang terang serta memiliki kebutuhan detail cukup tinggi serta shuter speed lebih rendah.
• ISO 400-800 dipakai pada tempat yang memiliki pencahayaan sedang.
• ISO 800-1600 lebih bagus untuk dipakai pada foto indoor dengan mode cahaya agak redup. Ditambah shutter speed berkecepatan cepat.
• ISO 1600 keatas biasa digunakan untuk lokasi yang memiliki pencahayaan sangat kurang. Hasilnya memang cukup bagus namun masih terdapat beebrapa noise.
Pada umumnya, kami menyarankan untuk menggunakan ISO sekecil mungkin. Hal ini berguna untuk menghindari adanya noise pada gambar anda. Terlebih, jika anda membutuhkan foto yang tinggi untuk dapat dicetak. Untuk itu, selalu gunakan ISO yang tepat untuk segala kebutuhana fotografi anda.

2. Diagfragma

Aperture
quora.com

Diagfragma lensa sangat menentukan adanya cahaya yang masuk dan diteruskan oleh lensa kemuda ditangkap oleh sensor. Untuk diagfragma kamera sendiri memiliki simbol berupa huruf F serta pembagai angka tertentu. Contohnya yaitu F/8 yang memiliki arti diameter 1/8 dari panjang focal lensanya. Semakin kecil angka dari diagfragma maka akan semakin besar bukaan lensa yang dihasilkan. Foto yang dihasilkan akan menjadi lebih terang jika menggunakan diagfragma yang kecil. Dampak yang dihasilkan dari memodifikasi diagfragma yaitu ketajaman gambar yang menjadi lebih berbeda.

Cara terbaik dalam menciptakan karya fotografi yaitu dengan melakukan banyak eksperimen. Terlebih pada kehiatan untuk mempelajari diagfragma ini. Bagian yang tidak kalah pentingnya yaitu DoF(Depth of Field) yang berartikan bidang fokus pada sebua foto. Anda harus memahami betul bagaimana penggunaan DoF yang tepat untuk menghasilkan gambar yang jauh lebih berkualitas. Jarak bidang fokus atau DoF ini harus sangat diperhatikan untuk setiap pengambilannya.

3. Shutter Speed

ShutterSpeed

Fungsi shutter speed yaitu untuk menentukan lamanya sensor dalam menangkap citra sebuah objek. Untuk penulisannnya sendiri ditulis seperti 1 per sekian detiknya. Untuk beberapa sesi foto, anda harus pahaam bagaimaan menentukan shutter speed yang tepat. Untuk objek yang bergerak cepat harus digunakan shutter speed yang jauh lebih cepat juga. Lalu, bagimana jika melakukan bidikan objek cepat dengan shutter speed yang rendah? Bisa, namun hasilnya kan menjadi lebih tidak jelas ataupun kabur. Hal ini biasa dikenal dengan istilah motion blur.

Perlu anda ketahui, menghasilkan gambar yang lebih tajam yang dapat mengguakan shutter speed yang aman. Untuk pengaturannya sendiri akan sangat baik di angka 1/60 atau lebih cepatnya. Dengan begitu, foto yang dihasilkan akan jauh lebih aman dan tidak akan terjadi blur. Namun jangan khawatir, untuk hasil yang lebih maksimal anda dapat menggunakan tripod agar tidak terjadi goyangan pada foto. Dijamin,kualitas foto anda akan lebih keren !

Pengaruh Exposure Dalam Fotografi

Komponen dalam exposure sendiri memiliki pengaruh yang cukup penting untuk hasil foto anda. Pemahaman mengenai exposure diperlukan untuk hasil foto yang jauh lebih baik. Mengarahkan kamera pada suatu objek juga tidak boleh sembarangan. Pastikan semuanya disesuaikan dengan exposure yang akan anda atur sebelumnya. Jika pada objek yang terang sebaiknya tidak menggunakan ISO yang tinggi. Pengaturan shutter speed serta diagfragma yang tepat juga sangat berpengaruh dalam pemotretan.

Cahaya yang masuk pada lensa akan melewati beberapa elemen optik untuk kemudian masuk pada diagfragma. Cahaya ini akan berjalan pula menuju shutter speed yang telah ditentukan. Hasilnya, sensor kamera akan mendeteksi sesuai pada kebutuhannya. Pengumpulan dari cahaya oleh sensor ini ditentukan pula dari ISO yang sudah ditentukan. Agar hasil foto yang dihasilkan sesuai pada kebutuhannya maka semuanya harus di atur lebih baik.

Bagaimana Cara Mengatur Exposure Dalam Fotografi

Mungkin banyak dari anda yang saat ini masih bingung bagaimana mengatur exposure untuk hasil yang lebih baik. Selengkapnya akan kami bahas dibawah ini.
Untuk anda yang menggunakan kamera jenis DSLR maka terdapat dua mode yaitu secara manual ataupun otomatis. Dalam mode manual, diperlukan pemahaman yang lebih baik mengenai setiap kondisi serta pengaplikasiaanya. Mulai dari ISO, shutter speed sampai dengan diagfragma perlu di lakukan pengaturan secara manual. Namun, jangan khawatir karena anda dapat menggunakan rumah exposure berikut.

Rumus fotografi : Shutter speed+Diagfragma+ISO = Exposure

Penggunaan dari exposure sndiri bukan faktor yang selalu didepankan. Exposure memberikan hasil yang jauh lebih baik dan secara tepat. Dengan menggunakan rumus ditas, anda menjadi lebih mudah untuk memperhitungan segala aspek yang mungkin diperlukan. Hanya saja, untuk mode pengaturan disarankan untuk menggunakan secara manual. Pemahaman mengenai exposure fotografi harus terus dipahami dengan penggalamannya.

Exposure yang tersedia harus tetap disesuaikan dengan kebutuhannya. Semua hal terkait dengan tema sampai dengan tempat yang digunakan harus dilakuan pembahasan terlebih dahulu. Teknik yang sat ni memungkinkana anda agar lebih fokus dan konsentrasi pada setiap halnya. Semua pengaturan yang dibuat pastikan untuk tidak keliru.

Tinggalkan Balasan