Mengenal Mode Pemotretan Kamera DSLR

mode pemotretan kamera

ada pemilik kamera DSLR yang terus-terusan memotret dengan mode Auto. Ini wajar. Mungkin karena mereka belum memahami segitiga exposure, atau belum mengerti fungsi dari tombol dan fitur-fitur yang ada pada kamera mereka. Berikut ini kita akan membahas mode-mode pemotretan kamera DSLR.

Mode Pemotretan Kamera Otomatis (Auto)

Dalam mode Auto, kamera akan mengatur segalanya, kita tinggal bidik dan jepret. Mode Auto terdiri dari:

1.Full Auto; lambangnya tulisan AUTO; segalanya otomatis untuk segala obyek.
2.Potret; lambangnya kepala gadis; untuk memotret orang.
3.Macro (Close-Up); lambangnya kuntum bunga; untuk memotret benda kecil dalam jarak dekat.
4.Landscape; lambangnya gambar gunung dan awan; untuk memotret pemandangan.
5.Olahraga; lambangnya orang berlari; untuk memotret obyek bergerak atau olahraga.
6.Potret Malam; lambangnya orang berlatar belakang bintang; untuk memotret orang di malam hari.

Ada beberapa mode Auto tambahan lainnya yang muncul akhir-akhir ini pada kamera-kamera keluaran terbaru, misalnya Mode Makanan (Food Mode), Mode Salju (Snow Mode), Mode Anak-anak (Kid Mode), Mode Panorama (Panoramic Mode), dan lain-lain.

Mode Pemotretan Kamera Semi Otomatis

Mode Program (P)

Pada mode ini, kamera akan otomatis mengatur bukaan lensa (aperture) dan kecepatan rana (shutter speed), kecuali ISO. Kita yang menentukan berapa ISO yang akan digunakan.

Mode Prioritas Kecepatan Rana/shutterspeed (Tv atau S)

Dengan mode ini kita bebas mengatur kecepatan rana (shutter speed) sesuai keinginan, sedangkan bukaan lensa (aperture) akan otomatis diatur oleh kamera. Ini berguna pada saat kita memerlukan kecepatan tinggi untuk membekukan pergerakan obyek, misalnya memotret burung terbang atau memotret olahraga.

Mode ini juga baik digunakan pada saat kita memotret panning, dimana kecepatan harus diatur konstan dan tidak berubah-ubah saat mengikuti pergerakan obyek.

Mode Prioritas Bukaan Lensa (Av atau A)
Mode Pemotretan Kamera
Mode Pemotretan Kamera

Dengan mode ini kita bebas menentukan bukaan lensa (aperture), sedangkan kecepatan rana (speed shutter) akan otomatis diatur oleh kamera. Mode ini memungkinkan kita mengatur kedalaman DOF foto sesuai keinginan.
Jika bukaan lensa lebar (nilai kecil; f/1.4 – f/5.6) maka DOF akan dangkal, misalnya foto obyek dengan background yang bokeh (blur)
Jika bukaan lensa sempit (nilai besar; f/8 – f/22) maka DOF akan dalam, misalnya foto pemandangan dengan ketajaman merata di semua bagian foto.

Mode Manual (M)

Pada mode ini segalanya kita atur sendiri, mulai dari bukaan lensa, kecepatan, hingga ISO. Mode Manual memungkinkan kita berkreasi untuk menghasilkan foto sesuai keinginan. Namun untuk memperoleh exposure yang tepat, kita harus menguasai segitiga exposure agar tidak bingung mengatur kamera.

Mode ini biasanya dipakai untuk memotret obyek yang kita tidak perlu tergesa-gesa untuk memotretnya. Misalnya memotret di studio foto, memotret makanan, memotret pemandangan atau memotret still life.

Bagi Anda yang baru pertama kali memegang kamera, tidak masalah jika Anda memotret dengan mode Auto atau Creative Auto lainnya. Tapi seiring waktu, Anda harus berani keluar dari Mode Otomatis. Cobalah beralih ke mode semi otomatis; Mode Program (P). Kemudian secara bertahap, berlanjut ke mode Av (A), Tv (S) dan M.

Atau jika belum merasa yakin, silakan mendalami ilmu exposure dengan bermain simulator exposure terlebih dahulu.

Nah, sampai di sini dulu pembahasan mengenal mode pemotretan kamera DSLR.  jangan hanya karena takut kelihatan tidak Pro, Anda lantas terus-terusan memakai mode Manual. Para fotografer Pro umumnya memakai 3 mode dalam pemotretan sesuai kondisi; yaitu Prioritas Shutter, Prioritas Aperture dan Manual.

Tinggalkan Balasan