Panduan Belajar Fotografi Untuk Pemula Yang Perlu Dicoba

Belajar Fotografi

Belajar fotografi sangat di butuhkan sekali, khususnya bagi anda pemula yang ingin memperdalam ilmu mengenai fotografi. Karena memang fotografi itu sendiri merupakan salah satu karya yang sangat indah, jadi sudah tidak mengherankan lagi jika saat ini banyak orang yang tertarik untuk belajar fotografi. Memang ketika kita pertama kali memegang sebuah kamera akan memiliki rasa sedikit tegang dan bingung mau ngapain.

Padahal kalau anda ketahui untuk bisa menghasilkan foto yang unik dan menarik bukanlah hal yang sulit, asalkan anda sudah mengehaui teknik dasar fotografi. Anda tidak perlu khawatir, karena pada kesempatan kali ini kami akan mengulas habis mengenai dunia fotografi. Banyak sekali teknik-teknik yang akan kami berikan, khususnya teknik dasar fotografi.  Penasaran ? langsung simak saja pembahasan yang akan kami sampaikan berikut ini.

Panduan Untuk Belajar Fotografi Bagi Pemula

Terdapat beberapa langkah atau tahapan yang harus anda lewati untuk bisa menjadi seorang fotografer professional. Nah bagi anda yang masih pemula dengan dunia fotografi, maka anda perlu mengikuti tahapan yang akan kami sampaiakan dengan urut. Panduan ini juga bisa untuk belajar fotografer model. Tapi bagi anda yang mungkin sudah berpengalaman, anda bisa loncat ke tahapan selanjutnya. Karena mungkin yang anda butuhkan hanyalah sebatas review saja, berikut beberapa tahapan atau tips trik fotografii :

1.Memahami Apperture dan Depth of Field

Panduan Belajar Fotografi Untuk Pemula

mungkin kata-kata ini sudah tidak asing lagi terdengar di telinga, khususnya dalam dunia fotografi. Apperture sendiri merupakan seberapa besar lensa akan terbuka pada saat anda mengambil objek. Biasanya ketika anda menekan tombol shutter, maka lubang sensor kamera secara otomatis akan terbuka. Nah di situlah kita bisa mengatur mau seberapa besar lensa tersebut terbuka.

Aperture sendiri dinyatakan dalam satuan f-stop, contohnya seperti f/5.8/. Dan semakin kecil nilai f-stop tersebut, maka akan semakin besar lubang lensa terbuka karena memang banyak sekali volume cahaya yang akan masuk. Sedangkan untuk nilai f-stop yang besar, maka lubang lensa yang terbuka juga semakin kecil. Jadi dalam hal ini ketika anda berbincang dengan sesama profesi, anda sudah tidak bingung lagi mengenai bukaan lebar dan sempit.

Depth of Field merupakan ukuran seberapa jauh bidang focus dalam sebuah foto. Dan Depth of Field yang lebar, menandakan bahwa objek akan terlihat lebih focus dan tajam. Sedangkan untuk DOF yang sempit atai shallow, maka fokus objek hanya ada pada area tertentu saja. Dimana dalam hal ini sisa dari area tersebut akan blur. Bagi anda yang ingin menggunakan DOF lebar, maka gunakan nilai Apperture yang kecil. Begitu juga sebaliknya. Teknik belajar fotografi apperture ini biasanya akan berguna sekali bagi anda yang menginginkan fotografi portrait dan fotografi makro.

 

2.Memahami shutter speed

Panduan Belajar Fotografi Untuk Pemula

Tahapan selanjutnya untuk belajar fotografi, yaitu dengan memahami apa itu shutter speed. Karena memang shutter speed bisa di artikan sebagai waktu dimana sensor pada kamera anda akan melihat objek yang ingin anda ambil fotonya. Lebih mudahnya lagi, shutter speed merupakan waktu anatra kita menkean tombol shutter pada kamera, sampai dengan tombol tersebut kembali ke posisi awal.

 

Berikut beberapa trik fotografi dalam pengunaan  shutter speed yang bisa anda coba terapkan :
  • Ketika anda mengatur shutter speed sebesar 500, berarti dalam hal ini rentang waktu yang di berikan yaitu sebanyak 1/500 detik. Memang akan terlihat sangat cepat seperti kilat, selain itu untuk waktu eksposurenya sendiri yaitu sebanyak 30 detik.
  • Setting shutter speed pada kamera biasanya dalam kelipatan 2,lebih mudahnya kita akan melihat deratan angka seperti, 1/500, 1/250, dst sampai dengan yang terkecil. Selain itu saat ini sudah banyak kamera yang mengijinkan pengaturan 1/3 stop, jadi bisa di bilang pergerakan shutter speed akan seperti ini, 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, dst.
  • Bagi anda yang ingin menghasilkan foto yang tajam, maka gunakan shutter speed yang aman. Maksudnya aman dalam hal ini yaitu kondisi dimana anda mengatur shutter speed sebesar 1/60 atau bisa lebih cepat, sehingga foto yang di hasilkan bisa aman dan tajam dan terhindari dari yang namanya blur. Untuk bisa menghasilkan foto yang tajam, anda bisa menggunakan tripod sebagai alat bantu.
  • Untuk batas shutter speed yang aman selanjutnya yaitu anda harus mengatur shutter speed paada kamera lebih panjang dan besar di bandingkan dengan lensa yang anda miliki. Contohnya ketika anda menggunakan lensa 50mm, maka atur shutter speednya minimal 1/60 detik.
  • Untuk shutter speed yang tinggi akan sangat dibutuhkan sekali, ketika anda ingin membekukan gerakan, contohnya seperti pada area balapan, atau hewan berlari. Dengan kata lain semakin cepat objek yang ingin anda bekukan, maka pengaturan shutter speed juga akan semakin cepat. Contohnya yaitu ketika anda menggunakan mode Priority dana tur shutter speed di angka 1/1000 detik agar bisa menghasilkan gambar yang tajam.
  • Selain mempercepat shutter speed, anda bisa mengatur shutter speed untuk bergerak lebih lambat. Biasanya hal ini ditujukan untuk menunjukan pergerakan dan efek dari suatu objek. Contohnya seperti ketika anda mengambil gambar awan dan mengatur shutter speed si angka 300 detik, maka gerakan awan tersebut akan terlihat seperti gelombang air dan selembut sutera. Tapi untuk menghasilkan foto seperti ini, anda membutuhkan alat bantu tripod dan juga pengaturan di mode Bulb.

 

3.Memahami konsep eksposure

Panduan Belajar Fotografi Untuk Pemula

Belajar fotografi selanjutnya yaitu tentang eksposure, mungkin bagi anda yang mungkin baru pertama kali memiliki kamera, biasanya anda hanya terpaku pada mode auto saja. Padahal perlu anda ketahui, hal tersebut bisa mempengaruhi kreativitas anda menjadi tidak berkembang. Memang hal itu sangatlah wajar bagi pemula yang belum mengetahui tentang ekposure.

Eksposure sendiri merupakan jumlah cahaya yag di terima oleh sensor digital kamera anda, dan cahaya tersebut akan di olah menjadi bentuk file foto. Dan pada dasarnya sensor ini hanya menerima pantulan cahaya yang jatuh dan masuk ke dalam lensa. Ketika anda mengambil gambar dengan cahaya yang gelap, biasa disbeut dengan under exposed. Sedangkan ketika anda mengambil gambar dengan cahaya yang terang, biasa disebut dengan over exposed.

Pada dasarnya tidak ada suatu aturan khusus untuk mengambil gambar dengan eksposure yang tepat, hanya saja anda perlu menyesuaikan dengan kebutuhan objek itu sendiri. Dan di dalam eksposure sendiri terdapat tiga elemen yang harus di pahami yaitu sebagai berikut :

  • ISO, ini merupakan ukuran dari seberapa sensitive sensor kamera anda terhadap cahaya.
  • Apperture, ini merupakan ukuran dari seberapa besar ukuran lensa terbuka pada saat mengambil gambar.
  • Shutter Speed, ini merupakan rentang waktu jendela di depan sensor kamera yang terbuka.

Tinggalkan Balasan